Cara Budidaya Tanaman Sambiloto

Sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tanaman terna dapat tumbuh di berbagai habitat seperti pinggiran sawah, kebun, atau hutan. Di Indonesia Sambiloto memiliki penyebutan nama yang berbeda di setiap daerahnya. Ampadu Tanah (Sumatera Barat), Sambilata (Melayu), Ki oray (Sunda), Sambiloto, bidara, ki pait, andiloto (Jawa Tengah), Chuan Xin Lien (Cina).

Tanaman sambiloto tidak terlalu tinggi. hanya 50-90 cm. Batangnya berkayu, berbentuk bulat dan segi empat, serta memiliki banyak cabang. Daunnya berupa daun tunggal, terletak saling berhadapan dengan panjang daun 2-8 cm dan lebar 1-3 cm. Daunnya berbentuk pedang (lanset) dengan tepi rata.

Permukaannya halus, pangkal dan ujung daun meruncmg, serta permukaan atas daun berwarna hijau tua dan bagian bawah hijau muda. Bunga sambiioto berwarna putih keunguan, berbentuk tabung dengan ukuran yang kecil, serta pangkal dan ujung bunga lancip.

Buah kapsul berbentuk jorong dengan panjang sekitar 1.5 cm dan lebar 0,5 cm. Pangkal dan ujung buah tajam. Ketika matang, buah sambiioto akan pecah secara membujur menjadi empat keping. Bijinya gepeng, kecil-kecil, dan warnanya cokelat muda. Bagian yang digunakan sebagai herbal adalah seluruh bagian tanamannya.

Mempersiapkan Bibit Tanaman

Ada dua cara untuk memperbanyak tanaman sambiloto yakni dengan cara biji dan steak. Akan tetapi pada umumnya tanaman ini diperbanyak dengan menggunakan biji. Apabila dengan menggunakan cara biji, terlebih dahulu biji direndam di dalam air selama kurang lebih sehari semalam (24 jam), kemudian tiriskan hingga kering. Setelah itu biji sudah dapat disemaikan.

Setelah seminggu dari waktu penyemaian, biji sambiloto sudah mulai berkecambah. Apabila bibit sudah memiliki 5 helai daun, maka Anda dapat memindahkan ke polybag yang sudah di isi tanah dan pupuk kompos atau kandang, tanaman yang berumur 21 hari, Sudah dapat dipindahkan ke lahan tanam.

Untuk pembibitan menggunakan metode stek. Caranya cukup mudah, pilih tanaman yang sudah berumur minimal 1 tahun ambil 3 ruas dari tanaman ini. Kemudian ruas-ruas tersebut dipindahkan kelahan penyemaian tunggu hingga 15 hari. Setelah lebih 15 hari makan bibit sudah dapat ditananam di tempat yang Anda inginkan.

Tanaman yang menggunakan metode steak biasanya lebih cepat untuk berbunga daripada 
dengan menggunakan benih dari biji. Pada tahap ini usahakan Anda menyiramanya sebanyak 2 kali dalam sehari. Yakni pada pagi dan sore hari. Berikan naungan untuk mempercepat proses perkecambahan.

Proses Persiapan Lahan Tanaman Sambiloto

Pertama-tama bersihkan lahan dari rumput-rumput atau gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Setelah bersih cangkul tanah sedalam kurang lebih 30 cm (satu cangkulan), kemudian buat bedengan, bedengan ini berguna untuk menjaga tanaman agar tidak terendam ketika musim hujan datang. Selain itu bedengan ini juga dapat meminimalisir perkembangan hama penyakit pada tanaman.

Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang ke media tanam. Diamkan lahan selama sehari semalam sebelum masa tanam. Sedangkan Untuk ukuran bedeng disesuaikan dengan kondisi lahan tanam,

Penanaman

Apabila bibit dan lahan sudah siap. Maka langkah selanjutnya adalah melakukan penanaman di lahan bedengan. Untuk memperoleh hasil yang baik idealnya jarak tanam dianjurkan ialah 30 x 40 cm atau 40 x 50 cm.

Proses Pemupukan

Pemupukan lanjutan diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, Adapun pupuk yang dianjurkan seperti pupuk kandang, urea, KCI, Dan SP-36. Untuk lahan yang berukuran 100 meter persegi kurang lebih membutuhkan sekitar 1 kg pupuk kandang, jumlah ini disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Apabila lahan kurang sumbur dan gembur maka berikan pupuk kandang lebih banyak..

Selain pupuk kandang anda juga dapat memberikan pupuk buatan, untuk lahan 100 meter persegi, kurang lebih membutuhkan 1 ons pupuk buatan. Untuk pupuk jenis KCI dan Sp-36 diberikan ketika masa tanam, sedangkan urea diberikan sebanyak 2 kali, yaitu ketika tanaman berumur 1 bulan dan 2 bulan setelah masa tanam.

Proses Pemeliharaan

Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik,  maka penyiangan dan perawatan drainase perlu dilakukan. Penyiangan dilakukan apabila gulma atau rumput-rumput pengganggu yang ada di sekitar tanaman, selain itu perawatan drainase juga diperlukan untuk menghindari bedengan terdengang air.

Pengendalian Penyakit

Hama penyakit yang biasa menyerang tanaman sambilot adalah Aphis Spp dan Sclerotium sp. ketika musim hujan penyakit Sclerotium sp dapat berkembang biak dengan cepat, ciri jika tanaman sambiloto sudah terkenan penyakit Sclerotium sp adalah tanaman mudah layu. Untuk pencegahannya anda dapat menggunakan bubuk cengkeh atau eugenol.

Pemanen

Proses pemanen dilakukan ketika tanaman sambilot berusia 2 hingga 3 bulan. Tepatnya sebelum tanaman mulai berbunga, cara memanennya cukup mudah yakni dengan memangkas bagian utama sambiloto sekitar.

Sumber Artikel : https://dewitani.com/

Komentar